Arti Kata "denai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "denai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

denai

de·nai n bekas (jejak) binatang besar di hutan: pemburu itu mengikuti -- kijang (harimau dsb);
bagai anjing melintang -- , pb
sangat gembira (sombong); bagai -- gajah lalu, pb hal yg tidak mungkin dapat disembunyikan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "denai"

📝 Contoh Penggunaan kata "denai" dalam Kalimat

1.Dalam penggalangan dana untuk konservasi hutan, kita harus mengikuti jejak denai harimau untuk memahami habitat mereka.
2.Pemburu yang berpengalaman melintang dengan mudah menemukan kijang, karena dia telah mengikuti jejak denai buruan sebelumnya.
3.Ketika melihat gajah lalu di tengah jalan, pengemudi yang sombong merasa kesal, karena hal tersebut tidak bisa disembunyikan.
4.Saat mengikuti wisata alam di hutan, kita harus berhati-hati untuk tidak melintang denai binatang lain, karena itu dapat membahayakan kehidupan mereka.
5.Dalam sejarah suku bangsa yang nomaden, jejak denai binatang besar seperti gajah atau harimau sering digunakan sebagai petunjuk lokasi untuk berburu.

📚 Artikel terkait kata "denai"

Mengenal Kata 'denai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Denai" - Jejak yang Tersembunyi

Pada zaman dahulu, kata **denai** memiliki makna yang sangat spesifik dalam konteks hutan dan kegiatan pemburu. Kata ini digunakan untuk mendeskripsikan jejak binatang besar seperti kijang, harimau, atau gajah yang ditinggalkan di hutan. Pemburu akan mengikuti **denai** untuk mencari tandu yang ditinggalkan binatang tersebut. Pada saat yang sama, kata **denai** juga digunakan dalam konteks yang lebih luas untuk mendeskripsikan hal-hal yang tidak mungkin disembunyikan. Dengan demikian, kata ini memiliki konotasi yang sangat positif, seperti kebanggaan atau sombong. Contoh penggunaan kata **denai** dalam kalimat yang alami adalah: "Pemburu itu mengikuti **denai** kijang yang sangat jelas dan menandakan bahwa binatang tersebut baru saja lewat." Atau, "Dia merasa sangat **sombong** setelah berhasil menyelesaikan tugas yang sulit, seperti **denai** gajah dalam menyeberangi sungai." Dalam kehidupan sehari-hari, kata **denai** masih digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Beberapa orang mungkin menggunakan kata ini untuk mendeskripsikan kebanggaan atau sombongnya seseorang setelah mencapai kesuksesan. Sementara itu, beberapa orang lain mungkin menggunakan kata ini untuk mendeskripsikan keaslian atau kejujuran seseorang. Dalam budaya Indonesia modern, kata **denai** masih dianggap sebagai kata yang sangat dalam dan memiliki makna yang sangat spesifik.