Arti Kata "dibujuk ia menangis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dibujuk ia menangis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dibujuk ia menangis

dibujuk ia me.na.ngis , ditendang ia tertawa Peribahasa orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dibujuk ia menangis"

📝 Contoh Penggunaan kata "dibujuk ia menangis" dalam Kalimat

1.Di rumah, anak kecil dibujuk ia menangis karena tidak mau makan sayuran yang tidak disukainya.
2.Guru yang keras tersebut membujuk siswa ia menangis saat mengetahui siswa tidak memahami konsep matematika.
3.Dalam drama itu, pemeran utama dibujuk ia menangis ketika melihat kecelakaan yang dialami oleh orang tersayangnya.
4.Dalam kehidupan sehari-hari, ia dibujuk ia menangis setelah mengetahui bahwa ia akan dipindahkan ke kota lain karena pekerjaannya.
5.Pada saat itu, ibu dibujuk ia menangis karena kehilangan anak sulungnya yang telah meninggal beberapa tahun lalu.

📚 Artikel terkait kata "dibujuk ia menangis"

Mengenal Kata 'dibujuk ia menangis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dibujuk Ia Menangis" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "dibujuk ia menangis" memiliki arti resmi dalam bahasa Indonesia yang berarti 'dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa' atau 'setelah dibujuk, ia menangis, tapi setelah ditendang, ia tertawa'. Peribahasa ini memiliki makna yang unik, yaitu orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi.

Asal Usul Peribahasa

Peribahasa "dibujuk ia menangis" memiliki asal usul yang menarik. Dalam budaya Indonesia, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang baru saja bekerja atau melakukan sesuatu, tapi masih belum bisa bekerja dengan baik. Namun, setelah ia dimarahi atau diingatkan, ia baru bisa bekerja dengan sempurna.

Penggunaan dalam Kalimat

Contoh penggunaan kata "dibujuk ia menangis" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: - Setelah dibujuk ia menangis, dia baru bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. - Saya baru bisa mengerjakan proyek ini setelah dibujuk ia menangis, tapi sekarang saya bisa bekerja dengan lebih baik. - Ia baru bisa menyelesaikan pekerjaannya setelah ditendang ia tertawa, karena itu membantunya untuk fokus.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peribahasa "dibujuk ia menangis" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia kerja, seseorang baru bisa bekerja dengan baik setelah ia dimarahi atau diingatkan. Ini karena peribahasa ini menggambarkan bahwa kita semua memiliki potensi yang besar, tapi kita perlu diingatkan atau dimarahi untuk bisa mengeluarkannya. Dalam budaya Indonesia, peribahasa ini juga sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang baru saja mengalami kesulitan, tapi setelah ia dimarahi atau diingatkan, ia baru bisa mengatasi kesulitan tersebut.