Arti Kata "fundamentalisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fundamentalisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fundamentalisme

fun·da·men·tal·is·me /fundaméntalisme/ n paham yg cenderung untuk memperjuangkan sesuatu secara radikal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fundamentalisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "fundamentalisme" dalam Kalimat

1.Kebijakan pemerintah yang menekankan fundamentalisme agama telah memicu kontroversi.
2.Pengaruh fundamentalisme agama dalam masyarakat modern sangatlah kompleks.
3.Dalam novelnya, penulis menggambarkan konflik antara fundamentalisme dan kebebasan berpendapat.
4.Pendidikan yang menekankan fundamentalisme agama dapat meningkatkan kesadaran spiritual siswa.
5.Kebijakan yang mengutamakan fundamentalisme dalam pelajaran agama dapat menimbulkan ketegangan di sekolah.

📚 Artikel terkait kata "fundamentalisme"

Mengenal Kata 'fundamentalisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fundamentalisme" - Pengaruh dan Implikasi dalam Masyarakat

Dalam dunia kontemporer, fundamentalisme telah menjadi istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kecenderungan seseorang atau kelompok untuk memperjuangkan sesuatu secara radikal. Istilah ini berasal dari kata "fundamental," yang berarti dasar atau prinsip yang tidak dapat dipertanyakan. Dalam konteks ini, fundamentalisme merujuk pada kecenderungan untuk memperjuangkan kebenaran atau nilai-nilai tertentu dengan cara yang ekstrem. Dalam sejarah, fundamentalisme telah berkembang dalam beberapa bentuk, mulai dari agama hingga ideologi politik. Contohnya, dalam agama Islam, fundamentalisme dapat dilihat dalam gerakan Islamis yang menekankan pentingnya mengikuti hukum-hukum agama secara ketat. Dalam konteks politik, fundamentalisme dapat dilihat dalam gerakan ekstremis yang menekankan pentingnya memperjuangkan kepentingan kelompok atau ideologi tertentu dengan cara yang radikal. Fundamentalisme juga dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam konteks politik atau sosial. Misalnya, seseorang yang memperjuangkan hak-hak minoritas dengan cara yang ekstrem dapat dianggap sebagai fundamentalis. Atau, seseorang yang menekankan pentingnya tradisi dan nilai-nilai budaya dengan cara yang ekstrem juga dapat dianggap sebagai fundamentalis. Dalam budaya Indonesia modern, fundamentalisme telah menjadi topik yang hangat. Banyak orang yang khawatir tentang pengaruh fundamentalisme dalam memecah belah masyarakat dan mengganggu keharmonisan sosial. Oleh karena itu, penting untuk memahami konsep fundamentalisme dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat menghadapi tantangan yang mungkin timbul dari fundamentalisme dengan cara yang lebih bijak dan efektif.