Arti Kata "legek" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "legek" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

legek

le·gek /légék/ n kumbang yg biasa bertelur pd pelepah daun pisang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "legek"

📝 Contoh Penggunaan kata "legek" dalam Kalimat

1.Kumbang legek sering menjadi penyakit tanaman pisang di daerah kami.
2.Di kebun, peneliti meneliti habitat dan perilaku kumbang legek untuk menemukan cara mengatasinya.
3.Dengan menggunakan bahan alami, kami berhasil mengusir kumbang legek dari tanaman pisang kami.
4.Di pasar tradisional, kumbang legek digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit.
5.Saya tidak perlu takut kumbang legek akan menginfeksi tanaman pisang kami, karena kami telah menggunakan pestisida yang efektif.

📚 Artikel terkait kata "legek"

Mengenal Kata 'legek' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Legek" - Inspirasi dan Motivasi

Kenali Legek: Makna dan Konteks

Kata "legek" mungkin tidak asing lagi bagi mereka yang pernah tinggal di daerah pedesaan atau memiliki pengalaman menanam tanaman di halaman rumah. Secara resmi, legek adalah jenis kumbang yang biasa bertelur pada pelepah daun pisang. Dalam konteks yang lebih luas, kata ini mungkin juga mengingatkan kita pada pengalaman menanam tanaman yang tidak selalu sukses, karena serangga ini bisa menjadi gangguan bagi tanaman yang sedang berkembang.

Contoh Penggunaan Kata Legek dalam Bahasa Sehari-hari

Kata legek tidak hanya memiliki makna yang teknis, tetapi juga bisa digunakan dalam konteks yang lebih umum. Misalnya, ketika kita melihat tanaman yang sedang berkembang, tapi ternyata dihuni oleh legek, kita bisa mengatakan: "Tanaman ini sedang berkembang, tapi terganggu oleh legek yang tidak mau pergi." Atau, ketika kita sedang menanam tanaman, tapi ternyata tidak bisa berkembang karena terganggu oleh legek, kita bisa mengatakan: "Saya tidak bisa menanam tanaman ini dengan baik karena terganggu oleh legek yang tidak mau pergi."

Relevansi Kata Legek dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata legek memiliki relevansi yang cukup dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki pengalaman menanam tanaman. Dalam budaya Indonesia modern, legek mungkin tidak lagi dianggap sebagai gangguan, tapi lebih sebagai simbol kehidupan yang tidak pernah terlepas dari gangguan. Oleh karena itu, kata legek bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk lebih menghargai kehidupan yang ada dan tidak terlepas dari gangguan.