Arti Kata "selibat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "selibat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

selibat

se·li·bat /sélibat/ n pranata yg menentukan bahwa orang-orang dl kedudukan tertentu tidak boleh kawin (dl gereja Katolik Roma, para rohaniwan yg telah ditahbiskan harus hidup membujang, tidak boleh kawin)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "selibat"

📝 Contoh Penggunaan kata "selibat" dalam Kalimat

1.Roma memiliki sejarah panjang terkait pranata selibat yang diterapkan pada para rohaniwan.
2.Pada abad ke-12, Saint Francis of Assisi juga memilih untuk hidup dalam kehidupan selibat.
3.Kata selibat sering digunakan dalam konteks agama Katolik untuk menggambarkan kehidupan para rohaniwan yang telah ditahbiskan.
4.Pada beberapa budaya, keputusan hidup dalam selibat dianggap sebagai pilihan yang mulia dan mengagungkan.
5.Dalam sejarah, banyak tokoh agama yang memilih untuk hidup dalam kehidupan selibat demi tujuan spiritual mereka.

📚 Artikel terkait kata "selibat"

Mengenal Kata 'selibat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Selibat" - Praktik Agama yang Mengajarkan Kesabaran

Kata selibat memiliki makna yang khusus dalam bahasa Indonesia, yaitu pranata yang menentukan bahwa orang-orang dalam kedudukan tertentu tidak boleh menikah. Konsep ini berasal dari tradisi agama Katolik Roma, di mana para rohaniwan yang telah ditahbiskan diharapkan untuk hidup membujang dan tidak menikah. Praktik ini bertujuan untuk meningkatkan kesabaran dan fokus pada pelayanan kepada Tuhan. Dalam konteks sejarah, selibat telah menjadi bagian integral dari tradisi keagamaan di Eropa selatan. Para rohaniwan yang mengikuti pranata ini diharapkan untuk mengorbankan kehidupan pribadi mereka demi meningkatkan kesalehan dan kebaktian kepada Tuhan. Meskipun pranata ini tidak lagi populer di era modern, namun konsep selibat tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin meningkatkan kesabaran dan fokus pada tujuan hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, selibat dapat diartikan sebagai keputusan untuk menunda atau mengorbankan keinginan pribadi demi tujuan yang lebih besar. Misalnya, seseorang yang ingin menikah tetapi memiliki keutamaan untuk menyelesaikan pendidikan atau projek yang lebih penting. Dalam konteks budaya Indonesia modern, selibat dapat diartikan sebagai prinsip hidup yang sederhana dan tidak terlalu mementingkan kehidupan pribadi. Dengan demikian, kita dapat mengerti lebih baik makna selibat dan bagaimana konsep ini dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam kehidupan sehari-hari.