Arti Kata "serumat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "serumat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

serumat

se·ru·mat lihat akar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "serumat"

📝 Contoh Penggunaan kata "serumat" dalam Kalimat

1.Pemimpin perusahaan yang seruat kegiatannya profesional dan beretika.
2.Pengawas laboratorium yang teliti dan serumat dalam menganalisis sampel.
3.Dalam budaya Jawa, istilah serumat digunakan untuk menggambarkan kejujuran dan kesetiaan.
4.Siswa yang seruat tugasnya selesai tepat waktu dan tidak pernah melawan waktu.
5.Pengajar yang seruat materi pelajarannya dipahami dengan baik oleh muridnya.

📚 Artikel terkait kata "serumat"

Mengenal Kata 'serumat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "serumat" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "serumat" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini terkait dengan tradisi adat istiadat dan kebudayaan suku-suku di Nusantara. Serumat sering diasosiasikan dengan proses pengucapan syukur dan rasa syukur yang mendalam atas karunia Allah. Dalam konteks sosial, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang merasa syukur dan bersyukur atas segala hajat dan kebutuhan hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "serumat" sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Dia berbicara dengan nada serumat ketika berbagi pengalaman baiknya dengan teman-temannya." Atau, "Ketika melihat pemandangan alam yang indah, dia merasa serumat dan bersyukur atas keindahan alam." Contoh lainnya adalah, "Dia mengucapkan rasa serumat atas karunia hidup yang telah diberikan kepada dirinya." Dalam budaya Indonesia modern, kata "serumat" masih digunakan dengan makna yang sama. Namun, dengan kemajuan zaman, kata ini juga digunakan dalam konteks yang lebih luas dan kompleks. Misalnya, dalam konteks agama, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang merasa syukur dan bersyukur atas karunia Allah. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang merasa syukur dan bersyukur atas segala hajat dan kebutuhan hidup.