Arti Kata "skizofrenia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "skizofrenia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

skizofrenia

ski·zo·fre·nia /skizofrénia/ n penyakit jiwa yg ditandai oleh ketidakacuhan, halusinasi, waham untuk menghukum, dan merasa berkuasa, tetapi daya pikir tidak berkurang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "skizofrenia"

📝 Contoh Penggunaan kata "skizofrenia" dalam Kalimat

1.Pasien yang menderita skizofrenia sering mengalami gangguan pikiran dan emosi.
2.Penelitian psikolog pada tahun 2020 menemukan hubungan antara gen dan skizofrenia.
3.Dalam novel terbaru, tokoh protagonis mengalami episode skizofrenia yang membuatnya bingung.
4.Dokter spesialis psikologi sangat berpengalaman dalam mendiagnosis dan mengobati skizofrenia.
5.Pengembangan obat-obatan untuk mengobati skizofrenia masih menjadi fokus penelitian ilmiah.

📚 Artikel terkait kata "skizofrenia"

Mengenal Kata 'skizofrenia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Skizofrenia" - Penyakit Jiwa yang Perlu Diketahui

Skizofrenia adalah kata yang sering sekali digunakan dalam percakapan tentang psikologi dan kesehatan mental. Namun, masih banyak orang yang tidak paham apa itu skizofrenia dan bagaimana penyakit ini mempengaruhi seseorang. Sejarahnya, kata skizofrenia pertama kali digunakan pada abad ke-19 oleh istilah "schizophrenia" dalam bahasa Jerman, yang berarti "penyakit jiwa yang terbagi" atau "penyakit jiwa yang bercabang". Penyakit ini pertama kali dideskripsikan oleh Dr. Eugen Bleuler, seorang psikolog Swiss yang mencatat bahwa penyakit ini ditandai oleh ketidakacuhan, halusinasi, waham untuk menghukum, dan merasa berkuasa, tetapi daya pikir tidak berkurang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata skizofrenia sering sekali digunakan untuk menggambarkan perilaku atau tindakan seseorang yang tidak biasa. Misalnya, "Dia tidak biasa-biasa saja, kayaknya dia menderita skizofrenia". Atau, "Dia sering sekali melihat halusinasi, mungkin dia mengalami skizofrenia". Dalam konteks kebudayaan Indonesia, skizofrenia sering sekali digunakan sebagai istilah yang tidak tepat untuk menggambarkan perilaku yang tidak biasa. Namun, penting untuk diingat bahwa skizofrenia adalah penyakit jiwa yang memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat. Skizofrenia juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa kasus, skizofrenia dapat mempengaruhi hubungan sosial seseorang dan membuatnya sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, skizofrenia juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menghadapi tekanan dan stres dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang skizofrenia agar kita dapat lebih memahami dan mendukung orang-orang yang menderita penyakit ini.