Arti Kata "surih bak sepasin" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "surih bak sepasin" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

surih bak sepasin

Peribahasa kejahatan yang telah ada buktinya yang sah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "surih bak sepasin"

📝 Contoh Penggunaan kata "surih bak sepasin" dalam Kalimat

1.Di pengadilan, bukti surih bak sepasin sudah cukup untuk menghukum pelaku kejahatan.
2.Sang pelaku kejahatan terbukti memiliki surih bak sepasin di kantornya, sehingga dia dipecat.
3.Peribahasa "surih bak sepasin" digunakan dalam pelajaran bahasa Indonesia untuk mempelajari makna kejahatan yang terbukti.
4.Pengadilan tidak akan mempertimbangkan alasan pelaku kejahatan, karena sudah ada surih bak sepasin yang membuktikan kejahatan itu.
5.Sang hakim tidak bisa memungkiri bukti-bukti surih bak sepasin yang diperoleh tim penyelidik.

📚 Artikel terkait kata "surih bak sepasin"

Mengenal Kata 'surih bak sepasin' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Surih Bak Sepasin" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "surih bak sepasin" adalah ungkapan yang menggambarkan kejahatan yang telah ada buktinya yang sah. Ungkapan ini telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia sejak lama dan masih relevan hingga hari ini. Kata "surih" sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "penipu" atau "penjahat", sedangkan "sepasin" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "terbukti" atau "sah". Dalam konteks historis, ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang telah melakukan kejahatan dan buktinya telah terbukti. Hal ini dapat berupa bukti fisik, kesaksian saksi, atau bahkan catatan sejarah. Dengan demikian, ungkapan "surih bak sepasin" menjadi simbol kebenaran dan keadilan yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Indonesia. Contoh penggunaan kata "surih bak sepasin" dalam kalimat yang alami adalah seperti ini: "Kejahatan korupsi yang dilakukan oleh mantan pejabat terbukti melalui investigasi dan bukti-bukti yang kuat, sehingga ia dianggap sebagai **surih bak sepasin** yang harus dihukum." Dalam kalimat ini, kata "surih bak sepasin" digunakan untuk menggambarkan kejahatan yang telah terbukti dan harus dihukum. Ungkapan "surih bak sepasin" juga relevan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis, ungkapan ini menjadi simbol kebenaran dan keadilan yang dijunjung tinggi. Dengan demikian, kita dapat menggunakan ungkapan ini untuk mengingatkan diri sendiri dan orang lain tentang pentingnya kebenaran dan keadilan dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam kesimpulan, kata "surih bak sepasin" adalah ungkapan yang menggambarkan kejahatan yang telah ada buktinya yang sah. Ungkapan ini telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia sejak lama dan masih relevan hingga hari ini. Dengan demikian, kita dapat terus menggunakan ungkapan ini untuk mengingatkan diri sendiri dan orang lain tentang pentingnya kebenaran dan keadilan dalam berinteraksi dengan orang lain.