Arti Kata "taksa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "taksa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

taksa

tak·sa a mempunyai makna lebih dr satu; kabur atau meragukan (tt makna); ambigu;
ke·tak·sa·an n perihal taksa; kekaburan; keraguan (tt makna); ambiguitas: ~ kalimat dapat diatasi dng memperhatikan konteks

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "taksa"

📝 Contoh Penggunaan kata "taksa" dalam Kalimat

1.Kata taksa dapat digunakan dalam berbagai konteks untuk menunjukkan makna yang berbeda.
2.Dalam konteks akademis, profesor mengatakan bahwa kalimat itu memiliki taksa yang besar karena dapat diartikan secara berbeda-beda.
3.Dalam diskusi politik, kritikus mengatakan bahwa keputusan pemerintah memiliki taksa yang tinggi karena sulit dipahami oleh masyarakat.
4.Dalam novel, tokoh utama menghadapi situasi yang penuh taksa karena harus memilih antara dua pilihan yang tidak jelas.
5.Dalam konteks pendidikan, guru mengingatkan siswa untuk berhati-hati dalam membaca kalimat yang memiliki taksa agar tidak salah interpretasi.

📚 Artikel terkait kata "taksa"

Mengenal Kata 'taksa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "taksa" - Kunci Membaca Makna yang Jelas

Kata "taksa" sering digunakan dalam konteks bahasa Indonesia untuk mengungkapkan makna yang ambigu atau meragukan. Sejarah kata ini berasal dari bahasa Sanskerta, yang kemudian berkembang menjadi bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, **taksa** memiliki makna lebih dari satu, yaitu kabur atau meragukan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan kalimat yang memiliki **ke·tak·sa·an** atau kekaburan. Misalnya, ketika mendengar kalimat "Saya tidak tahu apa yang terjadi", kita mungkin merasa bahwa makna kalimat tersebut masih **taksa**, karena tidak jelas apa yang sebenarnya terjadi. Dalam situasi seperti ini, penting untuk memperhatikan konteks untuk mengatasi **ke·tak·sa·an** tersebut. Bertindak sebagai "pemecah" **taksa**, kita dapat menggunakan kata untuk mengungkapkan makna yang ambigu. Misalnya, dalam perdebatan politik, kita dapat menggunakan kalimat "Pernyataan tersebut masih **taksa** dan perlu klarifikasi". Dalam situasi lain, kita juga dapat menggunakan kata ini untuk mengungkapkan rasa **ambigu** terhadap sesuatu. Dalam budaya Indonesia modern, **ke·tak·sa·an** sering menjadi topik perdebatan. Misalnya, dalam konteks politik, kita sering menemukan pernyataan yang memiliki **ke·tak·sa·an**, sehingga perlu klarifikasi untuk mengatasi **ke·tak·sa·an** tersebut.

Kata yang Mirip

taksasi