Arti Kata "dagi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dagi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dagi

da·gi n sikap melawan secara keras keputusan hakim;
men·da·gi v melawan (menentang) perintah; mendaga; membangkang;
pen·da·gi n orang yg melawan (menentang) perintah; pendaga; pembangkang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dagi"

📝 Contoh Penggunaan kata "dagi" dalam Kalimat

1.Pengadilan menangguhkan sidang karena adanya penolakan dari pihak tertentu.
2.Pendagang di pasar melawan keputusan pemerintah untuk menutup toko pada malam hari.
3.Gubernur melarang warga melakukan unjuk rasa, tetapi sebagian masih mendagi keputusannya.
4.Pembangkang dalam parlemen menolak untuk mendukung undang-undang yang disampaikan oleh pemerintah.
5.Pengacara mengajukan banding pada pengadilan karena adanya penolakan dari hakim yang tadinya menghakimi kasus tersebut.

📚 Artikel terkait kata "dagi"

Mengenal Kata 'dagi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dagi" - Sikap Melawan yang Tidak Perlu Takutkan

Makna dan Konteks Sejarah Kata "Dagi"

Kata "dagi" seringkali dianggap sebagai bentuk ekspresi yang negatif, tetapi dalam konteks historis dan sosial, kata ini memiliki makna yang lebih kompleks. Dagi berarti sikap melawan secara keras keputusan hakim, yang pada masa lalu sering digunakan sebagai cara untuk menunjukkan keberanian dan keadilan. Dalam sejarah, kata dagi juga digunakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan kolonial dan penjajahan.

Contoh Penggunaan Kata "Dagi" dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "dagi" sering digunakan untuk menggambarkan sikap melawan atau menentang keputusan yang dianggap tidak adil. Misalnya: - "Dia sangat dagi atas keputusan yang dibuat oleh atasan, karena merasa bahwa keputusan itu tidak adil." - "Mereka semua menjadi dagi atas perintah pemerintah untuk meninggalkan daerah mereka." - "Dia adalah seorang pendagi yang tidak pernah menyerah, meskipun harus menghadapi tantangan yang berat."

Relevansi Kata "Dagi" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam budaya Indonesia modern, kata "dagi" masih digunakan sebagai bentuk ekspresi untuk menggambarkan sikap melawan atau menentang keputusan yang dianggap tidak adil. Namun, dalam era demokrasi dan kebebasan berbicara, kata "dagi" juga dapat digunakan sebagai bentuk penghargaan untuk mereka yang memiliki keberanian untuk menentang keputusan yang tidak adil. Dengan demikian, kata "dagi" menjadi sebuah simbol keberanian dan keadilan yang masih relevan dalam kehidupan sehari-hari.