Arti Kata "dis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dis

<b>dis-</b> <i>bentuk terikat</i> <b>1</b> tidak; tak: <i>diskualifikasi;</i> <b>2</b> terpisah: <i>diskriminasi</i>; <b>3</b> bersifat kebalikan atau lawan dr: <i>disekuilibrium

<b>dis-</b> <i>bentuk terikat</i> <b>1</b> tidak; tak: <i>diskualifikasi;</i> <b>2</b> terpisah: <i>diskriminasi</i>; <b>3</b> bersifat kebalikan atau lawan dr: <i>disekuilibrium

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dis"

📝 Contoh Penggunaan kata "dis" dalam Kalimat

1.Pada musim hujan, jalanan menjadi licin dan berbahaya bagi pengemudi yang tidak berhati-hati.
2.Pada kontes kebugaran, peserta yang melanggar aturan dapat diskualifikasi dari kompetisi.
3.Pembagian hadiah yang tidak adil dapat menyebabkan diskriminasi terhadap beberapa peserta.
4.Ekonomi negara yang tidak seimbang dapat menyebabkan disequilibrium dalam perekonomian global.
5.Pembalap yang tidak bisa mengendalikan mobilnya dengan baik dapat mengalami kecelakaan dan menyebabkan disequilibrium emosi.

📚 Artikel terkait kata "dis"

Mengenal Kata 'dis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dis" dalam Bahasa Indonesia

Kata "dis" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat luas dan kompleks. Kata ini dapat digunakan sebagai bentuk terikat yang menunjukkan makna tidak, tak, atau terpisah. Pada awalnya, kata "dis" berasal dari bahasa Latin "dis-" yang berarti "tidak" atau "kebalikan". Dalam sejarah, kata "dis" telah digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari hukum, ilmu pengetahuan, hingga budaya.

Penggunaan Kata "dis" dalam Kalimat

Kata "dis" dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti: * Diskualifikasi: "Pemain tersebut diskualifikasi karena melanggar peraturan." * Diskriminasi: "Diskriminasi terhadap minoritas masih menjadi masalah yang kompleks." * Disekuilibrium: "Disekuilibrium dalam ekonomi dapat menyebabkan krisis keuangan."

Relevansi Kata "dis" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "dis" memang memiliki makna yang luas, namun dalam kehidupan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menunjukkan makna yang lebih spesifik. Dalam budaya Indonesia modern, kata "dis" sering digunakan dalam konteks hukum, ekonomi, dan sosial. Misalnya, dalam konteks hukum, kata "dis" digunakan untuk menunjukkan makna "tidak" atau "kebalikan", seperti dalam kasus diskualifikasi atau disequilibrium. Dalam konteks ekonomi, kata "dis" digunakan untuk menunjukkan makna "terpisah" atau "tidak seimbang", seperti dalam kasus diskriminasi terhadap minoritas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata "dis" memiliki makna yang sangat luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Kata ini dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti hukum, ilmu pengetahuan, dan budaya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kata "dis" sering digunakan untuk menunjukkan makna yang lebih spesifik.