Arti Kata "gitik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gitik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gitik

gi·tik v, meng·gi·tik v memukul (mencambuk) dng lidi atau rotan yg kecil dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gitik"

📝 Contoh Penggunaan kata "gitik" dalam Kalimat

1.Ia akan menggatik gurunya sebagai bentuk hormat dan penghargaan.
2.Pengajar yang baik harus dapat menggatik siswa untuk membuat mereka belajar dengan gembira.
3.Di pedalaman hutan, seorang pengarang itu menggatik seorang pengembara yang lelah dan lapar.
4.Para pengajar di sekolah menggatik anak-anak mereka sebelum memulai pelajaran hari itu.
5.Di festival tradisional, anak-anak menggatik ayah mereka sebagai bentuk cinta dan hormat.

📚 Artikel terkait kata "gitik"

Mengenal Kata 'gitik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gitik" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "gitik" seringkali terdengar dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama dalam penggunaan fisik. Dalam arti resmi, gitik merupakan kata bermakna menggesek atau memukul dengan lidi atau rotan yang kecil. Istilah ini memiliki latar belakang yang panjang dan kaya akan makna. Dalam kehidupan tradisional, gitik sering digunakan sebagai bentuk hukuman atau pelajaran.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata gitik sering digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Dia perlu gitik terlebih dahulu sebelum bisa memanen padi." Kalimat ini menunjukkan bahwa gitik merupakan langkah penting dalam proses panen. Dalam kalimat lain, "Dia gitik dirinya sendiri karena kesalahan yang dia buat." Dalam kalimat ini, gitik digunakan sebagai bentuk hukuman diri sendiri.

Kata gitik juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan. Dalam banyak sekolah tradisional, murid-murid harus melalui proses gitik sebagai bentuk pelajaran. Proses ini dapat membantu murid-murid memahami pentingnya disiplin dan tanggung jawab. Dalam kehidupan modern, kata gitik masih digunakan dalam beberapa konteks, seperti dalam kalimat "Dia perlu gitik dirinya sendiri untuk mencapai tujuannya." Dalam kalimat ini, gitik digunakan sebagai bentuk motivasi diri sendiri untuk mencapai tujuan.